<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>naskahatjeh</title>
	<atom:link href="http://naskahatjeh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://naskahatjeh.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 04:09:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='naskahatjeh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>naskahatjeh</title>
		<link>http://naskahatjeh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://naskahatjeh.wordpress.com/osd.xml" title="naskahatjeh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://naskahatjeh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aceh Membara</title>
		<link>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/14/aceh-membara/</link>
		<comments>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/14/aceh-membara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 02:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naskahatjeh.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Aceh Membara!        Aceh kayaknya nggak pernah sepi dari konflik. Tanah Rencong ini benar-benar subur banget dengan pergolakan. Nggak percaya? Sejak kamu bisa melek, mungkin cerita yang disodorkan tentang Aceh adalah kekerasan. Sangat boleh jadi, kisah tentang kampung halamannya Tjut Nyak Dien ini adalah sebuah pergolakan, yang tentunya pula dibumbui dengan adegan berdarah-darah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=21&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aceh Membara!                  Aceh kayaknya nggak pernah sepi dari konflik. Tanah Rencong ini benar-benar subur banget dengan pergolakan. Nggak percaya? Sejak kamu bisa melek, mungkin cerita yang disodorkan tentang Aceh adalah kekerasan. Sangat boleh jadi, kisah tentang kampung halamannya Tjut Nyak Dien ini adalah sebuah pergolakan, yang tentunya pula dibumbui dengan adegan berdarah-darah. Yup, Aceh memang bersimbah darah.  Sobat muda muslim, kita pengen ngajak kamu berpikir politis dalam kasus ini. Tapi bukan berarti kudu terjun ke dunia politik praktis ya? Kita sekadar ngajak kamu berpikir politis. Anak muda kudu hebat dong dalam masalah ini. Supaya nggak identik terus dengan urusan hura-hura dan miskin idealisme. Inilah saatnya membangun imej baru tentang kiprah remaja Islam euy! Remaja pun kudu ngeh politik. Oke?  Oke deh, sekadar tahu aja bahwa pergolakan Aceh belakangan ini, kian menjadi-jadi setelah GAM diproklamirkan pada 4 Desember 1976. Gerakan Aceh Merdeka ini getol banget merongrong kedaulatan NKRI. Sejak berdirinya sampe sekarang, telah bikin pusing pemerintah negeri ini. Kalo dulu GAM berniat ngomporin rakyat Aceh untuk hengkang dari Indonesia dan menerapkan aturan sendiri berdasarkan Islam, kini tujuan GAM yang paling kentara adalah memisahkan diri, tanpa embel-embel menerapkan syariat Islam. Emang sih, kudu diakui bahwa GAM udah terpecah ke dalam beberapa kelompok. Celakanya, GAM yang pro-Syariat Islam pimpinan Daud Beureueh sudah mati muda. Mereka kalah bersaing dengan GAM versi Hasan Tiro yang lebih primordialisme (baca: semangat kesukuan). Inilah yang sekarang memainkan peran besar di Aceh.  Untuk menumpas GAM, pemerintah orba yang dikomandani Pak Harto menyatakan Aceh sebagai DOM alias Daerah Operasi Militer. Karuan aja, ini ikut memperburuk situasi Aceh, khususnya rakyat Aceh yang mungkin masih kebingungan. Dalam situasi seperti itu, pihak ketiga (baca: pihak asing yang berlindung di balik berbagai LSM) gemar juga memancing di air keruh. Hasilnya, sentimen rakyat Aceh terbakar dan mereka juga ikut-ikutan ingin memerdekakan diri dari negeri ini. Gawat!  Nah, karena situasinya makin menjadi-jadi dengan beragamnya visi rakyat Aceh dalam memandang persoalan ini; ada yang masih pro-Syariat Islam, juga ada yang masih betah dengan semangat kesukuan, akhirnya diambil jalan tengah oleh pemerintah. Yup, didirikanlah NAD, Nangroe Aceh Darussalam pada tahun 2000. Tapi ini nggak memupus semangat GAM versi Hasan Tiro, yang secara politis bertujuan untuk melepaskan diri dari Indonesia. Buktinya, juru bicara GAM di luar negeri yang bermarkas di Swedia, Bachtiar Abdullah, menyatakan bahwa otonomi khusus hanyalah merupakan basis negosiasi, tetapi tidak mengikis harapan untuk merdeka (Media Indonesia, 23/8/2002) Nah lho, ternyata memang perjuangan GAM itu nggak identik lagi dengan semangat Islam.  Itu sebabnya, meski udah dikasih hak otonom, GAM tetap bikin masalah. Perundingan demi perundingan dengan pemerintah RI terus digelar. Tapi rupanya perundingan hanya mengulur waktu bagi GAM untuk menyiapkan amunisi baru. Pertempuran pun kerap terjadi. Emang sih, dalam kondisi seperti itu kita sulit menentukan siapa yang mulai; GAM atau justru TNI? Yang jelas, masa depan Aceh kian tak pasti.  Nah, rupanya pemerintah RI udah habis kesabarannya dalam perang dingin dengan GAM ini, maka digelarlah operasi militer di propinsi paling Barat negeri ini. Pada minggu malam 18 Mei lalu, Presiden mengeluarkan Keppres nomor 28 tahun 2003 yang menyatakan bahwa seluruh Propinsi Nangroe Aceh dalam keadaan bahaya dengan tingkatan darurat militer. Keppres tersebut berlaku efektif sejak pukul 00.00 WIB tanggal 19 Mei 2003; berlaku selama enam bulan dan dapat diperpanjang. Keppres tersebut menandai dimulainya operasi terpadu. �Terpaksa� deh dikeluarkan menyusul gagalnya pertemuan antara Pemerintah dan GAM dengan mediator Henry Dunant Centre (HDC) dan negara-negara donor (AS, Uni Eropa, Jepang, dan Bank Dunia) di Tokyo, Jepang.  Sobat muda muslim, persoalan Aceh adalah persoalan kaum muslimin seluruh dunia. Ya, seperti halnya Palestina, Afghanistan, Irak, Kashmir, dan yang lainnya. Why? Karena tanah ini adalah bagian dari kawasan kaum muslimin yang tidak boleh jatuh sedikit pun ke dalam pelukan penjajah. Itu sebabnya, keterlibatan pihak asing dalam kasus ini harus dicegah.  Mengapa kudu dicegah? Sebab, intervensi asing berarti alarm tanda bahaya. Jangan kaget, sebab mereka emang doyan ngacak-ngacak keutuhan sebuah negara. Catet itu�  <strong>Sekilas sejarah Islam di Aceh</strong> Sobat muda muslim, secara historis masuknya Islam ke Indonesia, khususnya via Aceh beragam banget versinya. But, ada pendapat yang tergolong &#8216;radikal&#8217;, menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh sejak abad pertama hijriah, berarti telah ada sejak abad 7 atau 8 masehi. Bahkan dalam naskah tua berjudul Idharul Haq tulisan Ibnu Ishak al-Makarany, disebutkan Islam masuk ke Indonesia tahun 173 H.  Sebagi tambahan, kamu bisa cek dalam website resmi milik pemerintah daerah Aceh, www.bandaaceh.go.id, di situ dipaparkan sedikit tentang Aceh. Disebutkan bahwa, Islam masuk ke Indonesia pada akhir abad pertama hijriah dipantai-pantai Tanah Aceh sepanjang Selat Malaka yang dibawa oleh para pedagang Arab dan Persia dalam perjalanan niaga menuju ke Timur Jauh dan singgah di Tanah Aceh untuk berniaga serta memperbaiki kapal mereka.  Pada akhir abad kedua hijriah, barulah Islam secara terang-terangan di syiarkan oleh para pendakwah yang bertolak dari Teluk Persia menyinggahi Teluk Kambey (India sekarang) dan mendarat di Bandar Perlak tahun 173 hijriah. Tahun 225 H tepatnya pada hari Selasa tanggal 1 Muharram 225 H diproklamirkan Kerajaan Islam Perlak sebagai Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah.  Setelah Kerajaan Islam Peureulak, barulah berdiri Kerajaan Islam Samudera Pase, Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan-kerajaan Islam lainnya di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.  Dari penemuan batu-batu nisan di Kampung Pande salah satu dari batu nisan tersebut terdapat batu nisan Sultan Firman Syah cucu dari Sultan Johan Syah, maka terungkaplah keterangan bahwa Banda Aceh adalah ibukota Kerajaan Aceh Darussalam yang dibangun pada hari Jum&#8217;at, tanggal 1 Ramadhan 601 H ( 22 April 1205 M) yang dibangun oleh Sultan Johan Syah setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu/Budha Indra Purba dengan ibukotanya Bandar Lamuri.  Yup, ekspansi besar-besaran yang dilakukan Khilafah Islamiyah ternyata mampu menembus kawasan paling barat negeri ini, sekarang bermana Aceh. Emang sih, dalam naskah-naskah kuno disebutkan kerajaan Aceh, padahal yang dimaksud adalah kesultanan. Bukan kerajaan. Beda lho. Maklum, pemahaman tentang pemerintahan saat itu di benak rakyat Indonesia adalah kerajaan. Karena sistem kerajaan udah ada sebelum Islam datang.  Pengaruh Islam yang begitu kuat telah membuat rakyat negeri ini mengenal konsep Islam politik. Ulama sekelas Ibnu Battuta pun pernah mengunjungi negeri yang dijuluki Serambi Mekah ini. Samudra Pasai dan Perlak menjadi bagian terpenting dalam penerapan syariat Islam di bumi Nusantara. Paling nggak ada bukti-bukti historis yang menunjukkan bahwa Islam mewarnai kehidupan masyarakat ketika Samudra Pasai dan Perlak berdiri.  Menurut Prof. Ali Hasymi dalam bukunya &#8220;Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia&#8221; (hlm. 149), menuliskan bahwa mata uang asli tertua di kepulauan Nusantara&#8211;digunakan Kerajaan Samudra Pasai�menggunakan logam emas, perak, dan timah. Satuan dirham digunakan untuk emas, kupang (perak), dan keuh (timah). Ini adalah bukti pengaruh Khilafah Islamiyah yang menjadikan emas dan perak sebagai alat tukar dalam jual-beli.  Sobat muda muslim, sejarah terus menggelinding. Perkembangan berikutnya, mulai abad ke-13, Islam atau paling nggak Kesultanan Islam Aceh mulai mengembangkan wilayah pemerintahan Islamnya ke daerah Aru, Bengkulu, Pariaman, Malaka, Johor, Kedah, Pahang dan Perak. Bahkan di bidang hukum pun telah terbukti Islam menjadi bagian yang mewarnai Kerajaan Melayu Malaka. Liaw Yok Fang, menuliskan dalam bukunya &#8220;Undang-undang Malaka&#8221;, KITLV, Leiden 1976 bahwa ada hukum Qanun Malaka, di sini terbukti bahwa hukum-hukum Islam dipergunakan dalam Kerajaan Melayu Malaka. Di bidang politik, Ibnu Battuta mendapati bahwa Samudra Pasai sebagai kesultanan Islam pertama yang berdiri di dunia melayu, telah mempunyai hubungan luar negeri.  Hukum Islam, terbukti telah menjadi pilihan pemerintahan kerajaan-kerajaan Nusantara untuk diterapkan. Namun ketika era itu surut, maka lemahlah kekuatan kaum muslimin. Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara dalam bukunya &#8220;Menemukan Sejarah&#8221;, ketika kekuatan politik Islam di Indonesia runtuh, para Sultan dipaksa Belanda untuk melepas simbol kesultanannya sekaligus meninggalkan syariat Islam. Menyedihkan!  <strong>Selamatkan Aceh!</strong> Sobat muda muslim, cara inilah yang kudu kita lakukan. Bukan apa-apa, Aceh adalah bagian dari tanah kaum muslimin. Sebab, gimana pun juga, Indonesia adalah negeri kaum muslimin. Dan satu pun wilayah negeri kaum muslimin di dunia ini tak boleh jatuh ke tangan kaum penjajah. Itu sebabnya, pemerintah wajib menumpas seluruh gerakan separatisme yang memang didanai besar oleh negeri-negeri Eropa dan juga Amerika. Dan itulah musuh Islam yang sesungguhnya. Cuma mereka berlindung di tubuh GAM, OPM (yang menuntut kemerdekaan bagi Papua), juga RMS yang memiliki link langsung ke negerinya Ruud van Nistelrooy terus merongrong kedaulatan negeri ini. Payahnya, pemerintah Indonesia lambat banget ngasih respon. Hasilnya, gerakan separatis itu keburu beranak-pinak dan kian menggelembungkan kekuatannya. Nah lho.  Jadi, jalan untuk menyelamatkan Aceh adalah menumpas seluruh gerakan yang menginginkan Aceh terpisah. Penjajah memang begitu. Hobinya bikin ulah. Catatan sejarah, negara-negara Barat, khususnya Inggris dan AS, sering berada di balik aksi separatisme. Ambil contoh, Amerikalah yang ada di balik munculnya separatis Kristen di Sudan; AS juga menyokong separatis Kurdi di Irak. Dalam kasus PRRI/Permesta, tertangkap salah satu pilot Amerika. Sejarah juga mencatat bahwa Inggrislah yang paling kenceng dalam mengacak-ngacak negeri-negeri Arab yang bergabung di bawah kesatuan Khilafah Utsmaniyah di Turki.  Itu sebabnya, untuk menyelamatkan Aceh pun jangan mengikutsertakan mereka. Bahaya! Allah Swt. berfirman: <em>Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin</em>. <strong>(QS an-Nisa� [4]: 141)</strong> Sobat muda muslim, Allah juga mengharamkan menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong kaum muslimin. Allah berfirman: <em>Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian). <strong>(QS an-Nisa� [4]: 144)</strong></em> Oke deh, Aceh kini membara. Tapi, moga-moga saja menjadi bara yang terakhir. Setelah itu, nggak ada lagi pergolakan. Pengen aman lagi? Terapkan syariat Islam di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Insya Allah kejayaan Islam akan kembali kita raih. Percayalah dan tetep semangat. Allahu Akbar! ? dudung.net</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naskahatjeh.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naskahatjeh.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=21&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/14/aceh-membara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93c02b01d30a12a33d6ee78e7a665892?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Buku Sejarah Aceh-Melayu Diluncurkan</title>
		<link>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/14/empat-buku-sejarah-aceh-melayu-diluncurkan/</link>
		<comments>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/14/empat-buku-sejarah-aceh-melayu-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 01:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naskahatjeh.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Empat buah buku sejarah Aceh-Melayu yang ditulis oleh Pocut Haslinda Syahrul dibedah dan diluncurkan di Balai Kartini Jakarta. Buku-buku tersebut berjudul Dua Mata Bola, Perempuan Aceh dalam Lintas Sejarah Abad 8-21, Tun Seri Lanang dan Terungkapnya Akar Sejarah Melayu setelah Empat Abad dan Silsilah Raja-raja Aceh. Penerbitan empat buku itu dengan rata-rata di atas 200 halaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=18&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Empat buah buku sejarah Aceh-Melayu yang ditulis oleh Pocut Haslinda Syahrul dibedah dan diluncurkan di Balai Kartini Jakarta. Buku-buku tersebut berjudul Dua Mata Bola, Perempuan Aceh dalam Lintas Sejarah Abad 8-21, Tun Seri Lanang dan Terungkapnya Akar Sejarah Melayu setelah Empat Abad dan Silsilah Raja-raja Aceh.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Penerbitan empat buku itu dengan rata-rata di atas 200 halaman ini berkaitan untuk mengenang 100 Tahun wafatnya pahlawan nasional asal Aceh, Cut Nyak Dhien, yang dilaksanakan Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Empat buku itu dibedah oleh empat pembedah masing-masing Prof Abdul Latif (Dosen Universitas Malaya Kuala Lumpur), Prof. Nana Nurliana Soeyono (Dosen Universitas Indonesia), Rusdi Sufi (Dosen F-KIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh) dan M Adli Abdullah (pemerhati sejarah dan budaya Aceh).</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Buku ini merupakan langkah awal bagi akademik untuk menelusuri sejarah Aceh dan Melayu lebih lanjut. Empat buku ini ditulis selama empat tahun dan lima komputer rusak,” ungkap Pocut dalam dalam peluncuran dan bedah bukunya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia, Prof Mukhlis Paeni yang diwakili Ketua Harian, Prof Susanto menyatakan, salut dengan penerbitan dan peluncuran empat buku yang ditulis oleh seorang ibu rumah tangga. “Buku ini menjadi bunga rampai yang bisa menyadarkan para pembaca untuk menulis sejarah Aceh lebih lanjut,” pujinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Seorang pembedah buku, Abul Latif menjelaskan, pendekatan geo kultural bisa mendekatkanIndonesia dengan Malaysia daripada pendekatan geo politik. Dari buku ini terungkap ada perkawinan antar budaya serumpun. “Dengan demikian, kita tidak perlu bergaduh (berkonflik) dengan ganyangMalaysia selamatkan Siti Nurhalizah,” ungkapnya bercanda.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pembedah selanjutnya, Rusdi menyatakan sejarah ilmu terbuka yang bisa dimasuki oleh siapa pun. Dalam penulisan sejarah ada yang dilakukan oleh penulis sejarah professional dan amatir. Dalam kenyataannya, buku yang ditulis oleh penulis amatir lebih disukai oleh pembaca.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Apa yang dilakukan oleh Ibu Pocut ini langkah bagus yang patut ditiru oleh warga lain. Sebab no document, no history,” ucap Direktur Pusat Dokumentasi dan Infomasi Aceh tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pada kesempatan sama, M Adli Abdullah memberi kritik kepada penulis yang memberi lakab nama suaminya pada nama penulis. Sebagai pemerhati budaya Aceh, Adli menuturkan, dalam budaya dan adat istiadat Aceh yang dilakabkan adalah nama orang tua sehingga menjadi Pocut Haslinda Azwar.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Pocut Haslinda berhasil merekam kerinduannya terhadap sejarah Aceh dengan memotret Perjalanan Sejarah Aceh dengan menghubungkan sejarah di Semenjung Tanah Melayu,” sebut Adli.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:6pt 0 .0001pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Ia juga menyatakan, ini pelajaran yang cukup penting bagi generasi muda dari peluncuran buku bersampul merah ini yakni ada upaya kuat Pocut Haslinda Azwar ini mewariskan kegiatan ini ke generasi berikutnya. Apalagi bagi mereka yang menetap di tengah kawasan kosmopolitan, sepertiJakarta dan Kuala Lumpur. Sumber : <a style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;color:#0033cc;text-decoration:none;font-style:italic;" href="http://analisadaily.com/3-11.htm">http://analisadaily.com/3-11.htm</a><span style="font-style:italic;"> (19 November 2008)</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naskahatjeh.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naskahatjeh.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=18&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/14/empat-buku-sejarah-aceh-melayu-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93c02b01d30a12a33d6ee78e7a665892?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Naskah</title>
		<link>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/07/selamatkan-naskah/</link>
		<comments>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/07/selamatkan-naskah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naskahatjeh.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[BENCANA memang tak kenal siapa pun. Kaya, miskin, tua, muda, sama sekali tak ada bedanya saat bencana besar terjadi. Bencana bahkan mampu mengubah sebuah kebudayaan bernilai tinggi sekalipun mengobrak-abriknya tanpa ampun. SEORANG pegawai Perpustakaan dan Museum Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy tengah berusaha mengeringkan buku-buku bernilai sejarah tinggi koleksi mereka, Rabu (12/1).* DENI YUDIAWAN/&#8221;PR&#8221; Insiden serupa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=9&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BENCANA memang tak kenal siapa pun. Kaya, miskin, tua, muda, sama sekali tak ada bedanya saat bencana besar terjadi. Bencana bahkan mampu mengubah sebuah kebudayaan bernilai tinggi sekalipun mengobrak-abriknya tanpa ampun. SEORANG pegawai Perpustakaan dan Museum Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy tengah berusaha mengeringkan buku-buku bernilai sejarah tinggi koleksi mereka, Rabu (12/1).* DENI YUDIAWAN/&#8221;PR&#8221; Insiden serupa dapat terlihat sewaktu bencana gempa bumi dan tsunami melanda tanah &#8220;Serambi Mekah&#8221; tiga pekan lalu. Tak peduli gedung pemerintahan, pusat penyimpanan dokumen penting hingga gubuk nelayan sekalipun luluh lantak rata dengan bumi. Berbagai peninggalan para leluhur bernilai tinggi dan akan mengingatkan kita pada perjuangan mereka, tak sedikit yang hancur berbaur dengan puing dan mayat bergelimpangan. Kota Banda Aceh tercatat menderita kerusakan terparah dibandingkan dengan kota lainnya. Hampir setengah kota ini hancur ditelan badai yang tak pernah dibayangkan sebelumnya itu. Sialnya, berbagai dokumen penting khususnya yang berkaitan dengan sejarah peninggalan Aceh berada di kota ini. Sebagai contoh, Gedung Perpusatakaan Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hancur hampir separuhnya. Di dalam gedung bertingkat dua ini hanya berupa puing bercampur puluhan mayat yang datang entah dari mana. Tak ada satu orang pekerja pun terlihat hingga Rabu (12/1), karena memang tak ada yang harus dikerjakan. Gedung itu masih digenangi air bercampur lumpur. Itu belum termasuk reruntuhan puing bangunan yang sewaktu-waktu bisa hancur bila gempa besar datang lagi. Beberapa pegawai perpustakaan yang dihubungi &#8220;PR&#8221; lewat telefon genggam dan telefon rumahnya pun tak kunjung menyambung. Secara fisik, hampir dapat dipastikan semua dokumen di dalam perpustakaan hancur, atau minimal terendam di dalam air bercampur lumpur dari laut. * * BENCANA gempa dan tsunami kali ini, ternyata tidak selamanya menghancurkan barang-barang. Sebuah gedung berisikan ribuan dokumen bersejarah selamat dari terpaan tsunami maha dahsyat itu. Air memang sempat memasuki gedung, walau hanya semata kaki. Namun, goncangan gempa berkekuatan 8,9 skala richter sempat menggoyang puluhan rak buku dan menjatuhkan buku-buku itu ke dalam air. Peristiwa tersebut terjadi di Perpustakaan dan Museum Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy di Jln. Jendral Sudirman 20 Banda Aceh. Posisinya yang terletak agak jauh dari bibir pantai cukup menghindarkan gedung tua itu dari hantaman tsunami. Sedikitnya 1.500 buah buku tersimpan di dalam perpustakaan sekaligus museum seluas 3.000 meter persegi itu. Buku-buku tersebut tertulis dengan bahasa Aceh, Indonesia, Inggris, Belanda, dan bahasa lainnya. Kebanyakan dari buku itu berupa dokumen, naskah tua, album foto, serta benda budaya Aceh. Museum itu merupakan merupakan museum pribadi pertama di Aceh yang kemudian diwakafkan kepada warga Aceh. &#8220;Air hanya masuk semata kaki ke dalam museum ini. Tapi justru goncangan gempa besar menjatuhkan ratusan buku ke lantai yang tergenang tersebut,&#8221; tutur Azhar (38), seorang staf museum. Beberapa lemari besar terbuat dari kayu jati memang tampak miring di dalam ruangan museum yang didirikan 15 Februari 1989 itu. Andaikata tidak ada dinding tembok di sana, tak menutup kemungkinan lemari besar itu akan roboh bersama ratusan buku-buku di dalamnya. Azhar dibantu dua orang staf lainnya, juga tampak menjemur beberapa buku kuno karena basah terendam air selama beberapa hari. Cuaca buruk beberapa hari belakangan ini tak cukup menguntungkan karena beberapa kali ia terpaksa mengangkut dua hingga tiga kali keluar masuk gedung. &#8220;Kita juga akan mencoba mengeringkannya dengan menggunakan pemanas,&#8221; tutur Azhar. Prof. Ali Hasjmy terakhir dikenang warga Aceh sebagai salah seorang mantan Gubernur Aceh. Semasa hidupnya, ia juga dikenal sebagai mantan Ketua MUI Aceh, budayawan, dan seniman. Segunung jabatan dan pengalaman pria kelahiran 28 Maret 1914 itu sewaktu ia masih ada. Ali Hasjmy juga berpijak pada landasan kultural islami dalam kiprahnya bagi kepentingan umat dan melanglang buana ke berbagai pelosok dunia saat hidupnya. Aneka koleksi museum Ali Hasjmy ini meliputi kitab suci Alquran di atas kulit kambing terbitan awal abad XX dan buku-buku tentang Aceh termasuk sejarah Cut Nyak Dhien. Tak sedikit pula buku-buku hasil karyanya sendiri yang menjadi suatu karya monumental bagi warga Aceh. Buku-buku karangannya misalnya sajak kisah seorang pengembara yang diterbitkan Pustaka Islam Medan (1936), Sayap Terkulai berupa roman perjuangan terbitan Balai Pustaka, serta setumpuk catatan sejarah Aceh. Berdasarkan catatan, tak kurang dari 56 buku yang telah ia karang dan semua itu belum termasuk beberapa artikel yang ia tulis di berbagai media massa serta seminar di berbagai tempat. &#8220;Sedikit mengkhawatirkan memang kondisi museum Ali Hasjmy ini. Namun, saya akan berusaha merawat gedung yang telah diwakafkannya ini. Sekaligus saya juga meminta dorongan moral dari berbagai pihak agar museum ini dapat terus terpelihara,&#8221; tutur Mulya A. Hasjmy, putra ketiga Ali Hasjmy. Bencana gempa dan tsunami di Aceh sepertinya belum mengizinkan kebudayaan Aceh luluh lantak bersama dengan puing-puing bangunan lainnya. Perpusatakaan dan Museum Yayasan Ali Hasjmy ini, diharapkan dapat menjadi salah satu saksi betapa budaya Aceh yang bernilai tinggi dapat terus diingat oleh seluruh generasi penerus hingga akhir jaman. Semoga. (Deni Yudiawan/&#8221;PR&#8221;)*** utube.com/watch?v=oVv9yBPJQoM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naskahatjeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naskahatjeh.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=9&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/07/selamatkan-naskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93c02b01d30a12a33d6ee78e7a665892?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Nasional Pamerkan Naskah dan Foto Kuno</title>
		<link>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/06/perpustakaan-nasional-pamerkan-naskah-dan-foto-kuno/</link>
		<comments>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/06/perpustakaan-nasional-pamerkan-naskah-dan-foto-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 06:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naskahatjeh.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTJAKARTA &#8212; Perpustakaan Nasional di Jakarta memamerkan sejumlah koleksi bersejarah, seperti naskah kuno (manuskrip) dan foto-foto mulai jaman Belanda hingga Kemerdekaan RI, selama empat hari sejak Senin (25/5). Pameran dan bazar buku yang diselenggarakan di loby gedung Perpustakaan Nasional itu untuk memperingati HUT ke-29 Perpustakaan Nasional. Naskah kuno yang dipamerkan antara lain buku primbon (ramalan) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=5&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTJAKARTA &#8212; Perpustakaan Nasional di Jakarta memamerkan sejumlah koleksi bersejarah, seperti naskah kuno (manuskrip) dan foto-foto mulai jaman Belanda hingga Kemerdekaan RI, selama empat hari sejak Senin (25/5). Pameran dan bazar buku yang diselenggarakan di loby gedung Perpustakaan Nasional itu untuk memperingati HUT ke-29 Perpustakaan Nasional. Naskah kuno yang dipamerkan antara lain buku primbon (ramalan) beaksara jawa kuno berisi tentang petunjuk mencari barang-barang hilang, tanda-tanda, baik dan buruknya hari serta lainnya. Naskah Jimat dari Aceh, yang berisi jimat dan berilustrasikan bintang delapan, sudut arah mata angin dan naga. Parhelaan (Kalender Batak), yakni naskah berbentuk bambu bulat yang bertuliskan huruf dan bahasa Batak, yang berisi tentang perhitungan waktu, baik dan buruknya untuk melakukan pekerjaan atau melakukan pekerjaan tertentu. Selain itu, ada foto-foto koleksi bersejarah, seperti foto Presiden Soekarno saat membuka acara Pemberantasan Buta Huruf di Jogjakarta pada 2 November 1946, foto Ki dan Nyi Hajar Dewantoro bersama puta-putrinya pada tahun 1920, dan Kongres Taman Siswa di Yogyakarta pada 1930. Pelaksana tugas Ketua Perpustakaan Nasional Lilik Soelistyowati mengatakan, koleksi milik Perpustakaan Nasional yang dipamerkan ini dalam rangka memperingati HUT Perpustakaan Nasional pada 17 Mei. &#8220;Koleksi-koleksi foto yang ada di Perpustakaan Nasional merupakan kerjasama antara kami dan Indonesian Pers Photo Service (IPPHOS) untuk menyimpan foto-foto bersejarah,&#8221; katanya. Menurut dia, pihaknya tidak hanya memiliki foto-foto bersejarah, tetapi juga memiliki naskah kuno, majalah langka dan surat kabar langka. Majalah dan surat kabar langka yang dipamerkan itu, yakni majalah Soeara Taman Siswa edisi tahun VI pada Oktober 1932, Mataram, Surat Kabar Boedi-Oetomo tanggal 20 Mei 1921, Djogjakarta, Surat Kabar Kebangsaan untuk Indonesia Harian Umum tertangal 20 Mei 1953. Lilik berharap, dengan adanya pameran ini minat baca masyarakat dapat meningkat dan kunjungan ke Perpustakaan Nasional dapat terus bertambah seiring zaman teknologi informasi saat ini.ant/bur A &#8212; Perpustakaan Nasional di Jakarta memamerkan sejumlah koleksi bersejarah, seperti naskah kuno (manuskrip) dan foto-foto mulai jaman Belanda hingga Kemerdekaan RI, selama empat hari sejak Senin (25/5). Pameran dan bazar buku yang diselenggarakan di loby gedung Perpustakaan Nasional itu untuk memperingati HUT ke-29 Perpustakaan Nasional. Naskah kuno yang dipamerkan antara lain buku primbon (ramalan) beaksara jawa kuno berisi tentang petunjuk mencari barang-barang hilang, tanda-tanda, baik dan buruknya hari serta lainnya. Naskah Jimat dari Aceh, yang berisi jimat dan berilustrasikan bintang delapan, sudut arah mata angin dan naga. Parhelaan (Kalender Batak), yakni naskah berbentuk bambu bulat yang bertuliskan huruf dan bahasa Batak, yang berisi tentang perhitungan waktu, baik dan buruknya untuk melakukan pekerjaan atau melakukan pekerjaan tertentu. Selain itu, ada foto-foto koleksi bersejarah, seperti foto Presiden Soekarno saat membuka acara Pemberantasan Buta Huruf di Jogjakarta pada 2 November 1946, foto Ki dan Nyi Hajar Dewantoro bersama puta-putrinya pada tahun 1920, dan Kongres Taman Siswa di Yogyakarta pada 1930. Pelaksana tugas Ketua Perpustakaan Nasional Lilik Soelistyowati mengatakan, koleksi milik Perpustakaan Nasional yang dipamerkan ini dalam rangka memperingati HUT Perpustakaan Nasional pada 17 Mei. &#8220;Koleksi-koleksi foto yang ada di Perpustakaan Nasional merupakan kerjasama antara kami dan Indonesian Pers Photo Service (IPPHOS) untuk menyimpan foto-foto bersejarah,&#8221; katanya. Menurut dia, pihaknya tidak hanya memiliki foto-foto bersejarah, tetapi juga memiliki naskah kuno, majalah langka dan surat kabar langka. Majalah dan surat kabar langka yang dipamerkan itu, yakni majalah Soeara Taman Siswa edisi tahun VI pada Oktober 1932, Mataram, Surat Kabar Boedi-Oetomo tanggal 20 Mei 1921, Djogjakarta, Surat Kabar Kebangsaan untuk Indonesia Harian Umum tertangal 20 Mei 1953.JAKARTA &#8212; Perpustakaan Nasional di Jakarta memamerkan sejumlah koleksi bersejarah, seperti naskah kuno (manuskrip) dan foto-foto mulai jaman Belanda hingga Kemerdekaan RI, selama empat hari sejak Senin (25/5). Pameran dan bazar buku yang diselenggarakan di loby gedung Perpustakaan Nasional itu untuk memperingati HUT ke-29 Perpustakaan Nasional. Naskah kuno yang dipamerkan antara lain buku primbon (ramalan) beaksara jawa kuno berisi tentang petunjuk mencari barang-barang hilang, tanda-tanda, baik dan buruknya hari serta lainnya. Naskah Jimat dari Aceh, yang berisi jimat dan berilustrasikan bintang delapan, sudut arah mata angin dan naga. Parhelaan (Kalender Batak), yakni naskah berbentuk bambu bulat yang bertuliskan huruf dan bahasa Batak, yang berisi tentang perhitungan waktu, baik dan buruknya untuk melakukan pekerjaan atau melakukan pekerjaan tertentu. Selain itu, ada foto-foto koleksi bersejarah, seperti foto Presiden Soekarno saat membuka acara Pemberantasan Buta Huruf di Jogjakarta pada 2 November 1946, foto Ki dan Nyi Hajar Dewantoro bersama puta-putrinya pada tahun 1920, dan Kongres Taman Siswa di Yogyakarta pada 1930. Pelaksana tugas Ketua Perpustakaan Nasional Lilik Soelistyowati mengatakan, koleksi milik Perpustakaan Nasional yang dipamerkan ini dalam rangka memperingati HUT Perpustakaan Nasional pada 17 Mei. &#8220;Koleksi-koleksi foto yang ada di Perpustakaan Nasional merupakan kerjasama antara kami dan Indonesian Pers Photo Service (IPPHOS) untuk menyimpan foto-foto bersejarah,&#8221; katanya. Menurut dia, pihaknya tidak hanya memiliki foto-foto bersejarah, tetapi juga memiliki naskah kuno, majalah langka dan surat kabar langka. Majalah dan surat kabar langka yang dipamerkan itu, yakni majalah Soeara Taman Siswa edisi tahun VI pada Oktober 1932, Mataram, Surat Kabar Boedi-Oetomo tanggal 20 Mei 1921, Djogjakarta, Surat Kabar Kebangsaan untuk Indonesia Harian Umum tertangal 20 Mei 1953. Lilik berharap, dengan adanya pameran ini minat baca masyarakat dapat meningkat dan kunjungan ke Perpustakaan Nasional dapat terus bertambah seiring zaman teknologi informasi saat ini.ant/bur Lilik berharap, dengan adanya pameran ini minat baca masyarakat dapat meningkat dan kunjungan ke Perpustakaan Nasional dapat terus bertambah seiring zaman teknologi informasi saat ini.ant/burBy Republika Newsroom</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naskahatjeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naskahatjeh.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=5&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/06/perpustakaan-nasional-pamerkan-naskah-dan-foto-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93c02b01d30a12a33d6ee78e7a665892?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/03/hello-world/</link>
		<comments>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 11:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardalena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=1&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naskahatjeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naskahatjeh.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naskahatjeh.wordpress.com&amp;blog=9765760&amp;post=1&amp;subd=naskahatjeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naskahatjeh.wordpress.com/2009/10/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93c02b01d30a12a33d6ee78e7a665892?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardalena</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
